Radio Majas

Media ilmu tadabbur kalam ilahi

103  

عَنْ سَعِيْدِ ابْنِ جُبَيْرِ عَنِ بْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ” (مَا مِنْ أَيَّامِ اْلعَمَلِ الصَّالِحِ فِيْهِنَّ أَحَبُّ إِلَى اللهِ مِنْ هَذِهِ اْلأَيَّامِ اْلعَشَرِ، فَقَالُوْ: يَا رَسُوْلَ اللهِ وَلاَ الْـجِهَادِ فِي سَبِيْلِ اللهِ فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ “(وَلاَ الْـجِهَادِ فِي سَبِيْلِ اللهِ إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالَهُ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَيْئٍ) وَفِي اْلبَابِ عَنِ ابْنِ عُمَرَ وَأَبِي هُرَيْرَةَ وَعَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ وَجَابِرِ.

Dari Sa ‘id bin Jubair dari Jbnu Abbas beliau berkata, bersabda Rosululloh  : “Tiada hari dimana amal sholih di dalamnya lebih dicintai oleh Alloh dibandingkan dengan sepuluh hari ini (sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah)”. Para sahabat pun bertanya: “Wahai Rosululloh tidak pula jihad di jalan Alloh (lebih ulama darinya)? “. Rosululloh pun menjawab: “Tidak pula jihad di jalan Alloh (lebih utama darinya), kecuali seorang yang keluar dengan jiwa dan raganya lantas tidak kembali darinya sedikit pun (meninggal di medan perang)? “. (Hadits riwayat Bukhori dalam Shohihnya dan Abu Daud dalam Sunannya dan at-Turmudzi dalam Sunannya dan Ibnu Huzaimah dalam Shohihnya dan Abdurrozzaq dalam Mushonafnya. Berkata at-Turmudzi dalam bab ini terdapat pula hadits dari Ibnu Umar dan Abu Huroiroh dan Abdulloh bin Amr dan Jabir.

Hadits yang mulia ini menjelaskan kepada kita tentang keutamaan beramal sholih di sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, bahkan jihad di jalan Alloh yang merupakan amalan yang mulia dan agung serta seutama-utama amalan, tidaklah lebih utama dibandingkan dengan amal sholih yang dilakukan di hari-hari tersebut.

Dhohir hadits yang mulia ini menunjukkan bahwa keutamaan beramal sholih di sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah hanya dapat dibandingkan dengan pahala orang yang berjihad di jalan Alloh lantas ia meninggal dalam medan jihad tersebut.

Ketahuilah wahai saudaraku… sesungguhnya sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah lebih utama dari hari-hari yang lain, di antaranya karena hal-hal berikut ini:

 

  1. Alloh  bersumpah dengannya, dalam firman-Nya:

Demi (waktu) fajar. Dan malam-malam yang sepuluh.(QS. al-Fajr [89]: 1-2)

Berkata Ibnu Abbas, Ibnu Zubair, Mujahid dan kebanyakan ulama salaf dan kholaf (muta’akhirin): “Sesungguhnya malam-malam tersebut adalah sepuluh pertama bulan Dzulhijjah. ” Imam Syaukani menisbatkan bahwa ucapan tersebut, adalah ucapan kebanyakan ahli tafsir.

 

  1. Rosululloh  memberikan kesaksian sebagaimana tersebut dalam hadits di atas bahwasanya sepuluh pertama bulan Dzulhijjah adalah seutama-utama hari dunia. Dalam riwayat yang lain Rosululloh Saw mengatakan:

مَا مِنْ عَمَلٍ أَزْكَى عِنْدَ اللهِ عَزَّ جَلَّ وَلاَ أَعْظَمَ أَجْرًا مِنْ خَيْرٍ يَعْمَلَهُ فِي عَشْرٍ اْلأَضْحَى (حديث حسن رواه الدارمي)

Tidak ada suatu amal kebajikan apapun yang lebih suci dan lebih agung pahalanya dibandingkan sepuluh hari Adhha. (Hadits hasan riwayat ad-Darimi)

 

  1. Di dalamnya terdapat seutama-utama waktu bagi seluruh penduduk negeri di dunia dan seutama-utama tempat bagi para jama’ah haji.

 

  1. Di dalamnya terdapat hari Arofah (tanggal 9 Dzulhijjah) dan hari Nahr (penyembelihan binatang qurban, tanggal 10 Dzulhijjah) Rosululloh n\ bersabda tentang hari Arofah:

قاَلَتْ عَائِشَةُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ” قَالَ مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرُ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللهُ فِيْهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ وَإِنَّهُ لَيَدْنُو ثُمَّ يُبَاهِيَ بِـهِمُ الْمَلاَئِكَةَ فَيَقُوْلُوْا مَا أَرَادَ هَؤُلاَءِ؟

Berkata Aisyah: “Telah bersabda Rosululloh : “Tiada suatu hari dimana Alloh lebih banyak memerdekakan hamba Nya dari api neraka dibandingkan dari hari Arofah dan sesungguhnya Alloh benar-benar mendekat (ke langit dunia) kemudian berbangga diri dengan mereka di hadapan para malaikat, kemudian berfirman: Apa yang dikehendaki oleh mereka?  (HR. Muslim)

Dan tentang hari Nahr, Rosululloh bersabda dalam hadits Abdulloh bin Quth:

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ قَرْطٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ” : أَعْظَمُ اْلأَيَّامِ عِنْدَ اللهِ يَوْمَ النَّحْرِ ثُمَّ يَوْمَ اْلقَمَرِ

Sesungguhnya hari yang paling agung di sisi Alloh, adalah hari Nahr dan hari Qor (hari pertama dan hari-hari tasyriq) (HR. Abu Daud dengan sanad jayyid)

 

  1. Di dalamnya terdapat ibadah penyembelihan qurban dan haji.

Menyembelih binatang qurban merupakan seutama-utamanya ketaatan, oleh karena itu Alloh  memerintahkan Nabi-Nya menyembelih binatang qurban. Alloh  berfirman:


Maka kerjakanlah sholat dan menyembelihlah (binatang qurban).

(QS. al-Kautsar (1081: 2)

 

Sebagaimana dijelaskan oleh Ibnu Umar, Rosululloh  tinggal selama sepuluh tahun di Madinah dan senantiasa menyembelih (binatang qurban) (Atsar riwayat Imam Ahmad dan at-Tirmidzi dengan sanad hasan)

 

Dan Rosululloh menjelaskan tentang haji dalam sabdanya:

مَنْ حَجَّ فَلَمْ يَرْفُثْ وَلَـمْ يَفْسُقْ رَجَعَ كَيَوْمٍ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ

Barangsiapa yang melaksanakan ibadah haji kemudian tidak melakukan rofats (berjima’ dan hal yang berkaitan dengannya, baik ucapan maupun perbuatan) dan tidak pula berbuat fusuq (kemaksiatan), ia akan kembali sebagaimana hari dimana ia dilahirkan oleh ibunya “. (HR. Bukhori dan Muslim).

اَلْعُمْرَةُ إِلىَ اْلعُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا وَالْحَجُّ الْمُبْرُوْرُ لَيْسَ لَهُ الْجَزَاءُ إِلاَّ الْجَنَّةُ (متفق عليه)

Suatu umroh hingga ke umroh yang lain sebagai pelebur dosa yang dilakukan di antara keduanya dun haji yang mabrur tidaklah ada balasan untuknya kecuali surga. (HR. Bukhori dan Muslim)

 

  1. Terakumulasi/terkumpulnya induk peribadatan dalam satu waktu, yang berupa sholat, puasa, shodaqoh dan haji.

 

Pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah terdapat beberapa amalan sholih yang utama lagi beraneka ragam. Di antara amalan-amalan tersebut adalah:

  • Puasa pada tanggal satu hingga sembilan Dzulhijjah, karena Rosululloh  menganjurkan kepada kita untuk beramal sholih di dalamnya dan puasa adalah merupakan seutama-utama amal sholih.

Berkata an-Nawawi: “Berpuasa di dalamnya sangatlah disunnahkan.”

  • Berpuasa di hari Arofah (tanggal sembilan Dzulhijjah) bagi selain jama’ah haji, adapun jama’ah haji tidak disunnahkan berpuasa.

Rosululloh bersabda:

صَوْمُ يَوْمِ عَرَفَةَ يُكَفِّرُ سَنَتَيْنِ مَا ضِيَةً وَمُسْتَقْبَلَةً وَصَوْمُ عَاشُوْرَاءَ يُكَفِّرُ سُنَّةً مَا ضِيَةً

Puasa di hari Arofah menghapus dosa selama dua tahun, setahun yang telah berlalu dan setahun mendatang, adapun puasa ‘Asyura (10 Muharrom) menghapus dosa setahun yang telah berlalu” (Hadits riwayat jama’ah kecuali Bukhori dan at­Turmudzi)

  • Memperbanyak takbir.

Rosululloh  bersabda (yang artinya): “Perbanyaklah tahlil (laa ilaaha illalloh) dan takbir (Allohu akbar) dan tahmid (alhamdulillah) di hari-hari tersebul (sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah) ” Riwayat Ahmad dan lain-lain. Dan ulama berdalil pula dengan apa yang dilakukan oleh Ibnu Umar dan Abu Huroiroh. Atsar riwayat Bukhori secara mu’alaq (hadits yang disebut/ditulis tanpa disebutkan sanadnya)

  • Menunaikan ibadah haji dan umroh.

Rosululloh  bersabda: “Wahai manusia sesungguhnya Alloh telah mewajibkan haji terhadap kalian, maka berhajilah. ” (HR. Ahmad dan Muslim dan an-Nasa’i)

  • Memperbanyak amal sholih.

Rosululloh  telah menjelaskan keutamaan beramal sholih pada hari-hari tersebut, maka barangsiapa yang menginginkan kebajikan di dunia dan akhirat hendaklah ia menghidupkan momen tersebut dengan memperbanyak amal sholih. Barangsiapa yang dapat melaksanakan ibadah haji, hendaklah ia memuji dan bersyukur kepada Alloh. Dan barangsiapa yang belum mendapatkan kesempatan menunaikan ibadah haji, hendaklah memperbanyak ibadah, baik berupa sholat sunnah, membaca al­Qur’an, bershodaqoh, berbakti kepada kedua orang tua, al-amru bil ma’ruf wan nahyu ‘anil munkar dan lain-lainnya.

  • Menyembelih binatang qurban.

Termasuk amalan yang utama pada hari-hari tersebut adalah menyembelih binatang qurban, dan hal ini lebih utama daripada mengeluarkan shodaqoh hasil penjualan dari harga binatang qurban, karena di dalamnya terdapat pengagungan kepada Alloh  baik berupa penyembelihan, pengagungan syi’ar-syi’ar Islam serta menghidupkan sunnah Rosululloh  dan para sahabat.

  • Bertaubat dengan taubat nasuha.

Bertaubat adalah amal sholih yang wajib hukumnya di setiap waktu dan kesempatan. Pada hari-hari yang utama semisal sepuluh hari pertama Dzulhijjah ini taubat lebih ditekankan, karena psikologi manusia pada hari-hari tersebut memiliki semangat dan kehendak yang kuat untuk beramal sholih dari pada di hari-hari selainnya, serta bertaubat termasuk amal sholih yang dicintai Alloh.

 

Demikianlah hal-hal yang berkaitan dengan keutamaan dan amalan-amalan yang disyari’atkan pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah dan selanjutnya marilah kita lanjutkan perjalanan kita mencari ilmu dengan mempelajari bersama secara lengkap lagi praktis beberapa masalah yang berkaitan dengan tata cara dan hal-hal lain yang berkaitan dengan ibadah yang sangat agung lagi mulia yang disyari’atkan pada sepuluh awal bulan Dzulhijjah, yaitu ibadah haji. Semoga Alloh memberikan kemudahan kepada kita dan memberkahinya.( Dinukil dari buku “ Untukmu Para Pencinta Haji Mabrur” karya Abu Zahrah al Anwar – tidak dicetak -).

 

Leave a Reply


  • Radio Streaming