Radio Majas

Media ilmu tadabbur kalam ilahi

102

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رض أَنَّ رَسُوْلَ الله ِصلعم اَلْعُمْرَةُ إِلىَ اْلعُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا وَالْحَجُّ

الْمُبْرُوْرُ لَيْسَ لَهُ الْجَزَاءُ إِلاَّ الْجَنَّةُ

Dari Abu Huroiroh sesungguhnya Rosululloh bersabda: “Umroh sampai umroh berikutnya menghapus dosa di antara keduanya. Dan haji yang mabrur (yang baik) tiada pahala baginya melainkan surga. ” (HR. Bukhori 1650)

 

Orang yang mendapatkan haji mabrur maka ia akan kembali suci dan dihapus dosanya.

 

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ” قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ” مَنْ حَجَّ هَذَا اْلبَيْتِ فَلَمْ يَرْفُثْ وَلَمْ يَفْسُقْ وَرَجَعَ كَمَا وَلَدَتْهُ أُمُّهُ

Dari Abu Huroiroh ra dia berkata: “Sesungguhnya Rosululloh bersabda: “Barangsiapa menunaikan haji ke Baitulloh, dia tidak berkata keji dun tidak berbuat fasik, maka ia akan kembali sebagai mana bayi baru lahir “. (HR. Bukhori 1690)

 

Apa makna dan syarat-syarat haji mabrur ?…..

Untuk jelasnya mari kita simak uraian singkat berikut ini :

 

  1. Makna haji mabrur

 Makna haji mabrur menurut penjelasan an-Nawawi dalam Sarah Muslim adalah haji yang diterima. Dan dikatakan maknanya adalah haji yang tidak tercampur dengan kemaksiatan. Dan dikatakan pula maknanya adalah haji yang tidak diiringi sesudahnya dengan kemaksiatan. Dan dikatakan pula maknanya adalah haji yang tidak terdapat riya (sifat pamer amalan) di dalamnya.

  1. Ciri-ciri haji mabrur

 Ciri-ciri utama dari haji mabrur adalah perbuatan-perbuatan yang dilakukan oleh seorang yang telah haji ke Baitulloh al-Harom, lebih baik dibandingkan daripada sebelum melakukan ibadah haji. Apabila sebelum melakukan ibadah haji ia bergelimang kemaksiatan, maka setelah melakukan ibadah haji ia berada di atas ketaatan kepada Alloh Swt. Apabila sebelum melakukan ibadah haji ia senantiasa di atas ketaatan kepada Alloh Swt maka seusai melakukan ibadah haji, ia semakin giat dan semangat dalam melaksanakan ketaatan kepada Alloh. Wal hasil keadaannya setelah menunaikan ibadah haji adalah lebih baik dibandingkan dengan sebelumnya.

  1. Syarat-syarat haji mabrur

Seorang yang ingin mendapatkan predikat haji mabrur hendaklah ia memperhatikan syarat- syarat untuk menggapai haji mabrur dan menerapkan dalam ibadah hajinya. Adapun syarat-syarat haji mabrur yang di jelaskan oleh para ulama adalah sebagai berikut :

  • Ikhlas semata-mata karena Alloh Swt

Alloh berfirman:

Dan padahal mereka tidaklah diperintahkan kecuali agar beribadah kepada Alloh dengan memurnikan ketaatannya kepada-Nya dalam menjalankan agama yang lurus. (QS. al-Baiyyinah [98]: 5)

 Apabila kita perhatikan secara seksama manasik haji yang disyari’atkan bagi kaum muslimin yang berhaji di Baitulloh al-Haram adalah dimulal dengan mengucapkan kalimat tauhid.

((لَبَّيْكَ اَللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ))

Yaa Alloh aku penuhi panggilan-Mu, aku penuhi panggilan Mu yang tiada sekutu bagi­Mu, sesungguhnya segala pujian yang disertai dengan kecintaan dan pengagungan, kenikmatan dan kerajaan hanyalah semata-mata untuk Mu yang tiada sekutu bagi Mu.

 Hal ini mengisyaratkan dengan jelas lagi gamblang agar kita mengikhlaskan ibadah haji kita hanya semata-mata karena Alloh, bukan karena riya’, sum’ah, ingin di puji dan dapat gelar haji dan tujuan-tujuan keduniaan yang lain.

Ketahuilah wahai saudaraku… bahwa segala macam bentuk penyekutuan kepada Alloh Swt baik bestir ataupun kecil akan menghapus pahala amal haji yang kita lakukan.

Semoga Alioh senantiasa menjaga kita dari segala bentuk penyekutuan kepada Alloh Ta’ala, sehingga kita akan dapat memetik buah jerih payah kita di akhirat kelak.

  • Mengikuti sunnah Rosululloh Saw dalam pelaksanaan ibadah haji.

 Alloh Ta’ala berfirman:

Sungguh pada diri Rosululloh terdapat suri tauladan yang baik bagi kalian. (QS. al­Ahzab: [33]: 21)

 Dan juga Alloh Ta’ala berfirman:

 Dan apa yang diberikan Rosul kepadamu, maka terimalah dan apa yang dilarangnya maka tinggalkanlah. (QS. al-Hasyr [59]: 7)

 Dan Rosululloh bersabda:

(خُذُوْا عَنِّيْ مَنَسِكَكُمْ)

Ambillah dariku tata cara manasik haji kalian. (HR. Abu Dawud)

Mengikuti Sunnah Rosululloh tidaklah terwujud, kecuali dengan enam perkara:

1)      Sesuai dengan syari’at dalam sebabnya.

2)      Sesuai dengan syari’at dalam jenisnya.

3)      Sesuai dengan syari’at dalam kadar dan ukurannya.

4)      Sesuai dengan syari’at dalam sifat dan tata caranya.

5)      Sesuai dengan syari’at dalam zamannya.

6)      Sesuai dengan syari’at dalam tempat pelaksanaannya.

 Saudaraku yang diberkahi Alloh. Mengikuti sunnah Rosululloh tidaklah akan terwujud kecuali apabila kita mempelajari sunnah-sunnahnya. Bagaimana mungkin seseorang akan mengikuti sesuatu, sedangkan ia tidak mengetahui dan memahaminya.

  • Melaksanakan kewajiban yang umum (baik di dalam ibadah haji ataupun di luar ibadah haji) dan kewajiban yang khusus (dalam ibadah haji).

Kewajiban yang umum, yang utama dan mendasar adalah mengimani rukun iman yang enam dan melaksanakan rukun Islam yang lima. Dan kewajiban khusus dalam hal ini adalah melaksanakan rukun-rukun dan kewajiban-kewajiban dalam ibadah haji dengan tidak mengabaikan pelaksanaan kesunnahan-kesunnahan dalam ibadah haji.

  • Menjauhi larangan-larangan yang umum (baik dalam ibadah haji ataupun di luar ibadah haji) dan larangan-larangan yang khusus (dalam ibadah haji).

Sebesar-besar larangan dan sejelek jelek amalan adalah menyekutukan Alloh Ta’ala dengan makhluk-Nya.  Dan yang dimaksudkan dengan larangan-larangan khusus dalam ibadah haji adalah, menjauhi mahdzurotul ihrom (hal-hal yang dilarang dilakukan oleh orang yang sedang melaksanakan ihrom haji dan umroh)

  • Melaksanakan ibadah haji dengan menggunakan harta yang halal.

Rosululloh bersabda­ :

((أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ اللهَ طَيِّبٌ لاَ يُقْبَلُ إِلاَّ طَيِّبًا))

Wahai para manusia, sesungguhnyia Alloh Maha Bagus, tidaklah menerima kecuali sesuatu yang bagus. (HR. Muslim)

Berhaji dengan harta yang haram hukumnya adalah haram dan berdosa, namun sah ibadah hajinya dan menggugurkan tanggungan kewajiban haji islamnya menurut sebagian ulama, sebagaimana orang yang sholat dengan menggunakan baju yang haram, sah sholatnya namun is berdosa karena menggunakan baju yang haram.

 Disusun oleh : Abu Zahrah al Anwar 

 

 

Leave a Reply


  • Radio Streaming