Radio Majas

Media ilmu tadabbur kalam ilahi

Allah Ta’ala berfirman,

وَيَوْمَ يَعَضُّ الظَّالِمُ عَلَى يَدَيْهِ يَقُولُ يَا لَيْتَنِي اتَّخَذْتُ مَعَ الرَّسُولِ سَبِيلًا يَا وَيْلَتَا لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلَانًا خَلِيلًا لَقَدْ أَضَلَّنِي عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَاءَنِي وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِلْإِنْسَانِ خَذُولًا

“Dan ingatlah pada hari kiamat itu nanti orang yang gemar melakukan kezaliman akan menggigit kedua tangannya dan mengatakan, ‘Aduhai alangkah baik seandainya dahulu aku mengambil jalan mengikuti rasul itu. Aduhai sungguh celaka diriku, andai saja dulu aku tidak menjadikan si fulan itu sebagai teman dekatku. Sungguh dia telah menyesatkanku dari peringatan itu (al-Qur’an) setelah peringatan itu datang kepadaku.’ Dan memang syaitan itu tidak mau memberikan pertolongan kepada manusia.” (QS. al-Furqan : 27-29)

Allah ta’ala berfirman,

الْأَخِلَّاءُ يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلَّا الْمُتَّقِينَ

“Pada hari itu -hari kiamat- orang-orang yang berteman dekat akan berubah menjadi musuh satu dengan yang lainnya kecuali orang-orang yang bertakwa.” (QS. az-Zukhruf : 67)

Makna Global

Allah Ta’ala menjelaskan di dalam ayat yang mulia di atas bahwa teman memiliki pengaruh kuat dalam mempengaruhi agama dan karakter seseorang. Terkadang dengab adanya teman yang jelek, bisa menghalangi seseorang dari hidayah Allah Ta’ala. Sehingga ia menjadi merugi di dunia dan lebih-lebih di akherat. Lihatlah bagaimana nasibnya orang yang berteman dengan orang-orang yang jelek sifatnya. Dia menggigit tangan menyesali dengan penyesalan yang sedalam-dalamnya, penyesalan yang tidak berguna, karena tidak taat dengan Rasulullah shallallahu alaihi wasalam dan ajaran yang beliau bawa, dan lebih mentaati dan mengikuti temannya yang mengajak ke dalam perbuatan yang maksiyat. Maka sungguh rugilah orang yang seperti ini. Sebaliknya teman yang baik agamanya dan akhlaknya sedikit banyak akan mempengaruhi seseorang menjadi baik, karena teman itu ibarat guru dan pembelajaran baginya, sebagai bagian bi’ah tarbawiyyah yang sangat mempengaruhi agama dan karakter seseorang. Sebagaimana disebutkan di dalam hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seseorang itu berada di atas agama teman dekatnya, maka hendaknya setiap kalian memperhatikan kepada siapa dia berteman.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi dan lain-lain dihasankan al-Albani di dalam as-Shahihah [927].
Persahabat yang bukan karena fillah akan putus pada hari kiamat, bahkan akan menjadi musuh baginya, sedangkan persahaban fillah akan senantiasa langgeng sampai hari kiamat, oleh karena itu hendaknya setiap orang untuk memilih teman yang sholih atau sholihah, memilih teman yang baik agama dan akhlaknya, memilih teman karena Allah Ta’ala bukan karena harta, pangkat dan kedudukan.
Syeikh Abdurrahman bin Nashir Al-Sa’di rahimahullah berkata, ” Maka hendaknya seorang hamba memperhatikan untuk dirinya pada waktu yang memungkinkan, dan menggunakan waktu yang masih mungkin sebelum datang waktu yang tidak mungkin dan hendaknya berloyalitas (berteman) kepada orang yang bisa mencapai kebahagiaannya, dan memusuhi orang yang bermanfaat baginya jika memusuhinya dan membahayakannya jika berteman dengannya. Tafsir Al-Sa’di hlm. 582.

Faidah-faidah:

1. Kewajiban bagi seseorang untuk memilih teman yang bagus agama dan akhlaknya, karena hal itu akan mempengaruhi kebaikan bagi seseorang.
2. Memilih teman yang baik bisa berakibat kebaikan dan kebahagiaanya seseorang di dunia, terlebih lagi di akherat, sebaliknya memilih teman yang jelek agamanya bisa berakibat kesengsaraannya di dunia dan terlebih di akherat.
3. Hendaknya memilih teman itu karena Allah Ta’ala cinta karena Allah Ta’ala, yaitu karena bagus agamanya. Sholih atau sholihah, bukan karena harta dan jabatan. Dua orang yang mencintai karena Allah Ta’ala bertemu dan berpisah karena Allah Ta’ala maka keduanya termasuk kelompok dari tujuh golongan yang mendapatkan naungan Allah pada hari kiamat sebagaimana di dalam hadis shohih. Syeikh Salim bin ‘Ied Al-Hilali hafidhahullah berkata,” Maka seorang muslim tidak mencintai seseorang kecuali karena agamanya yang haq, dan tidak membenci seseorang kecuali karena agamanya yang batil. (Bahjatunnadhirin juz 1 hlm. 403).
4. Seseorang hendaknya lebih mendahulukan agama dan akhlak seseorang dalam memilih pasangannya, karena hal itu menjadi sebab kebahagiaan rumah tangganya.
5. Orang tua harus senantiasa mengawasi pergaulan putra-putrinya setiap hari, lebih-lebih jika mereka sudah menginjak masa remaja, maka orang tua harus ekstra cermat dalam perhatian kepada mereka, karena pendidikan mereka itu bukan hanya di sekolah namun juga lingkungan dan teman-teman bermainnya. Maka orang tua yang baik hendaknya memilihkan sekolah yang baik dan menjaga pergaulan yang baik untuk putra-putrinya. Wallahu a’lam bishshowwab.

? Ustadz Agus Santoso, Lc., M.P.Imajas100

Categories: Artikel

Leave a Reply


  • Radio Streaming