Radio Majas

Media ilmu tadabbur kalam ilahi

? Nash Ayat

Allah Ta’ala berfirman:

ٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّمَا ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌۢ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِى ٱلْأَمْوَٰلِ وَٱلْأَوْلَٰدِ ۖ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ ٱلْكُفَّارَ نَبَاتُهُۥ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَىٰهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُونُ حُطَٰمًا ۖ وَفِى ٱلْءَاخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِّنَ ٱللَّهِ وَرِضْوَٰنٌ ۚ وَمَا ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَآ إِلَّا مَتَٰعُ ٱلْغُرُورِ ﴿٢٠﴾

“Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan sendagurauan, perhiasan dan saling berbangga di antara kamu serta berlomba dalam kekayaan dan anak keturunan, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian (tanaman) itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridaan-Nya. Dan kehidupan dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang palsu. ” (Q.S. Al-Hadid, 57:20)

? Makna Global

Allah Subhanahu wa Ta’ala di dalam ayat di atas menjelaskan bahwa kehidupan dunia ini hanyalah main-main, senda gurau yang tidak bernilai di sisiNya. Seseorang hidup di dunia kebanyakan orang (kecuali orang yang dirahmati Allah Ta’ala) hanyalah mengejar dan mengumpulkan harta kekayaan, pangkat jabatan, wanita (baca: harta, tahta, wanita). Padahal semua itu akan fana, akan hilang, akan musnah seiring berjalannya waktu yang sangat cepat. Ibarat dunia ini seperti tanaman yang hijau, subur, lebat dan berbuah banyak, sehingga orang-orang kagum dan berhasrat untuk memetik dan menikmatinya, namun setelah itu tanaman menjadi menguning dan layu, lalu mengering dan rusak, binasa tidak berarti apa-apa.
قال ابن كثير في تفسيره وقوله تعالى: وما الحياة الدنيا إلا متاع الغرور: تصغير لشأن الدنيا، وتحقير لأمرها، وأنها دنيئة فانية، قليلة زائلة، كما قال تعالى: بَلْ تُؤْثِرُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا* وَالْآخِرَةُ خَيْرٌ وَأَبْقَى. وقال تعالى: وَمَا أُوتِيتُم مِّن شَيْءٍ فَمَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَزِينَتُهَا وَمَا عِندَ اللَّهِ خَيْرٌ وَأَبْقَى أَفَلَا تَعْقِلُونَ. وفي الحديث: والله ما الدنيا في الآخرة إلا كما يغمس أحدكم أصبعه في اليم، فلينظر بم ترجع إليه. وقال قتادة في قوله تعالى: وما الحياة الدنيا إلا متاع الغرور، قال: هي متاع، هي متاع متروكة أوشكت -والله الذي لا إله إلا هو- أن تضمحل عن أهلها، فخذوا من هذا المتاع طاعة الله إن استطعتم، ولا قوة إلا بالله.
Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata dalam menafsirkan firman Allah Ta’ala,”Tidakah kehidupan dunia ini kecuali kesenangan yang menipu: Mengecilkan nilai kehidupan dunia dan meremehkan perkara dunia, dan sesungguhnya dunia itu hina dan fana, sedikit dan hilang, sebagaimana firman Allah Ta’ala yang artinya: “Bahkan kalian mementingkan kehidupan dunia, sedangkan akherat itu lebih baik dan lebih kekal”. Dan Allah Ta’ala berfirman:” Dan sesuatu yang telah diberikan kepada kalian, maka itu adalah kesenangan kehidupan dunia, dan apa-apa yang ada di sisi Allah lebih baik dan lebih kekal, kenapa kalian tidak mengerti”.
Dan di dalam hadits:” Demi Allah, tidaklah dunia itu dibandingkan dengan akherat itu melainkan seperti salah seorang dari kalian mencelupkan jarinya ke lautan, maka lihatlah apa yang kembali kepadanya (berupa air)?”.
Imam Qatadah rahimahullah berkata dalam menafsirkan ayat: ” Dan tidaklah kehidupan dunia ini melainkan kehidupan yang menipu, ” dia (dunia) adalah kesenangan, dia adalah kesenangan yang ditinggalkan, hampir saja – dan Allah yang tidak ada ilah yang berhak diibadahi kecuali Dia – dia (dunia) akan hilang dari pemiliknya , maka ambilah kesenangan ini dalam rangka ketaatan kepada Allah Ta’ala semampu kalian, dan tidak ada kekuatan kecuali dari Allah.

Maka sungguh merugi orang yang terlena dengan dunia, mengejar dunia, lalai dari akherat yang merupakan tempat kehidupan terakhirnya. Dunia ini hanyalah sementara, seperti seorang pengembara yang beristirahat sebentar di suatu tempat kemudian setelah itu meneruskan perjalanannya, karena perjalanannya belum finish. Seseorang boleh mencari kesenangan dunia, boleh kaya, boleh jadi pejabat, namun jangan lupakan akherat, jangan lupakan ibadah kepada Allah Ta’ala, jangan lupakan sholat, jangan lupakan membayar zakat, jangan jadi orang yang dzalim, jangan korupsi, jangan mengambil harta orang tanpa hak, jadilah orang yang beriman dan bertaqwa siapapun anda, taatlah kepada Allah Ta’ala dan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, tolonglah orang yang membutuhkan, kerjakan amal shaleh, karena dengan sebab itulah anda akan bahagia di dunia dan di akherat. Janganlah harta dan jabatan membuat anda sombong, karena itu hanya titipan Allah Ta’ala, jangan sampai harta dan jabatan itu menjadi bomerang yang akan membinasakan anda. Wallahu a’lam

Ya Allah bimbinglah kami ke jalan yang lurus…aammiin

? Agus Santoso, Lc,. M.P.Imajas98

Categories: Artikel

Leave a Reply


  • Radio Streaming