Radio Majas

Media ilmu tadabbur kalam ilahi

Termasuk kesalahan (seputar tauhid) adalah apa yang kita saksikan tersebar di berbagai negeri Islam berupa (perbuatan) mempersembahkan ibadah kepada selain Allah Ta’ala, misalnya berdoa kepada orang shaleh yang sudah meninggal atau selainnya, memohon ampunan dosa dari mereka, terhindar dari marabahaya, memperoleh anak, dan kesembuhan dari suatu penyakit. Atau mendekatkan diri kepada mereka dengan melakukan peyembelihan, nadzar, thawaf, shalat, dan sujud. Bahkan hati mereka (orang-orang-yang bebuat syirik) lebih khusyu’ dan air mata mereka lebih mudah mengalir di dekat kuburan orang-orang sholeh dibandingkan ketika mereka sedang shalat kepada Allah dan berdiri di hadapan-Nya. Bahkan lebih khusyu’ lagi dibandingkan ketika sedang thawaf untuk Allah di sekitar Ka’bah yang mulia. Alangkah anehnya perbuatan mereka ini! Apakah mereka tidak sadar bahwa perbuatan tersebut bisa menghapus seluruh amalan mereka, disebabkan mereka telah terjerumus dalam syirik besar?

Allah Ta’ala berfirman:

قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، لَا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ.

“Katakanlah: Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Rab semesta alam. Tiada sekutu bagiNya; dan demikian Itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)”. (Al-An’am: 162-163).

Allah Ta’ala berfirman:

وَأَنَّ الْمَسَاجِدَ لِلَّهِ فَلَا تَدْعُوا مَعَ اللَّهِ أَحَدًا

“Dan Sesungguhnya mesjid-mesjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu menyembah seseorangpun di dalamnya di samping (menyembah) Allah”. (Al-Jin:18).

Maksudnya, janganlah kalian menyembah seorangpun di samping menyembah Allah Ta’ala, sebab meyembah selain Allah Ta’ala di samping menyembah-Nya apapun bentuk sesembahan tersebut, baik seorang Nabi yang diutus, atau Malaikat yang didekatkan merupakan perbuatan syirik kepada Allah dalam perkara yang khusus bagi-Nya. Ini adalah perbuatan syrik besar yang Allah Ta’ala berfirman tentangnya:

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْمًا عَظِيمًا

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, Maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar”. (An-Nisa: 48).

Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ

“Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, Maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun”. (Al-Maidah: 72).

Allah Ta’ala berfirman:

وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

“Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu. “Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.” (Az-zumar: 65).

Allah Ta’ala berfirman:

وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَكَأَنَّمَا خَرَّ مِنَ السَّمَاءِ فَتَخْطَفُهُ الطَّيْرُ أَوْ تَهْوِي بِهِ الرِّيحُ فِي مَكَانٍ سَحِيقٍ

“Barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, Maka adalah ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh”. (Al-Hajj : 31).

Hanya kepada Allah Ta’ala kita memohon petunjuk dan keselamatan.

Mukhalafaat fii at-Tauhid hal. 5-7, karya Syaikh Abdul Aziz bin Rais ar-Rais

Translate: Ust. Amir As-Soronji, Lc,.M.Pd.I

Categories: Aqidah, Artikel, Manhaj

Leave a Reply


  • Radio Streaming